PENGERTIAN ULUMUL QURAN,NAMA-NAMA AL-QURAN DAN PROSES TURUNNYA AL-QURAN



PENGERTIAN ULUMUL AL-QURAN,NAMA-NAMA AL-QURAN DAN PROSES TURUNNYA AL-QURAN
11.     PENGERTIAN ULUMUL  AL-QURAN
Ungkapan ulumul quran berasal dari bahasa Arab yang terdiri dari dua kata,yaitu ‘’ulum’’ dan Al-Quran’’.Kata ‘’ulum’’ merupakan bentuk jamak dari kata ‘’ilmu’’.Ilmu yang dimaksud disini ialah sebagai mana yang di defenisikan abu syahbah adalah sejumlah materi pembahasan yang dibatasi kesatuan tema atau tujuan, sedangkan Al-Quran sebagaimana di defenisikan ulama ushul,ulama fikih, dan ulama bahasa, adalah ‘’kalam allah yang diturunkan kepada nabi-Nya, Muhammad, yang lafazh-lafaznya mengandung mukjizat, membacanya mempunyai nilai ibadah, yang diturunkan secara mutawatir.
Jadi ulumul Quran secara bahasa ialah ilmu pembahasan-pembahasan yang berkaitan dengan Al-Quran.
22.     NAMA-NAMA AL-QURAN
Nama-nama yang diberikan Allah kepada Al-Quran itu cukup banyak,di antaranya:
a.      Al-Quran
Sesungguhnya Al-Quran ini memberi petunjuk kepada(jalan) yang lurus.
b.      Kitab
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Al-kitab kepada hamba-Nya, agar dia menjadi peringatan.
c.       Al-furqan
Maha Suci Allah yang telah menurunkan Az-zikikr kepada hamba-Nya,agar dia menjadi peringatan.
d.      Azzikr
Sesungguhnya kamilah yang menurunkan  Al-Quran dan kamilah yang memeliharanya.
e.      Dan Tanzil
Dan sesungguhnya Al-Quran ini benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam.
33.     PROSES TURUNNYA AL-QURAN
Allah menurunkan Al-Qur‘an kepada Rasul kita Muhammad untuk memberi petunjuk kepada manusia. Turunnya Al-Qur‘an merupakan peristiwa besar yang sekaligus menyatakan kedudukannya bagi penghuni langit dan penghuni bumi. Turunnya Al-Qur‘an yang pertama kali pada malam lailatul qadar merupakan pemberitahuan kepada alam tingkat tinggi yang terdiri dari malaikat-malaikat akan kemuliaan umat Muhammad.
Wahyu Al-Qur‘an diturunkan dalam 2 bentuk, yaitu sekaligus dan bertahap. Penurunan sekaligus terjadi saat al-Qur‘an diletakkan Allah SWT ke Lauh Mahfuzh. Kemudian dari Lauh Mahfudz, Allah SWT mengirimkannya ke Baitul ‘Izzah juga dengan bentuk sekaligus. Lauh Mahfudz adalah suatu tempat catatan segala ketentuan dan kepatian Allah, sedangkan Baitul ‘izzah ini, Allah SWT menurunkan al-Qur‘an secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW
Melalui malaikat Jibril AS.
Ketiga tahapan turunnya Al-Qur‘an tersebut ditunjukan dalam Al-Qur‘an dalam beberapa ayat serta didukung oleh beberapa hadis berikut ini:
  1. Dari Allah ke lauh Mahfudz
بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مُّجِيْدٌ(21) فِيْ لَوْحٍ  مَّحْفُوْظٍ (22)
“Bahkan yang didustakan mereka itu ialah al-Qur‘an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfudz”. (Q.S. Al-Buruj  ayat 21-22).
  1. Dari Lauh Mahfudz ke Baitul ‘Izzah
اِنَّآ اَنْزَلْنهُ فِيْ لَيْلَةِ اْلقَدْرِ
“Sesungguhnya kami telah menurunkannya ( Al-Qur‘an) pada malam kemuliaan”. (Q.S. Al-Qadar ayat 1).
Hadis Riwayat Ibnu ‘Abbas
اُنْزَلَ اْلقُرْأنَ جُمْلَةً وَاحِدَةً اِلىَ سَمَآءِ الدُّنْيَا وَكَانَ بِمَوَاقِعِ النُّجُوْمِ وَكَانَ اللهُ
يَنْزِيْلُهُ عَلىَ رَسُوْلِهِ بَعْضَهُ فِيْ بَعْضٍ (رَوَاهُ الْحَاكِمِ)
“Al-Qur‘an diturunkan secara sekaligus ke langit dunia, dan hal itu adalah seperti perpindahan bintang-bintang. Allah menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW sedikit demi sedikit “. (Al-Hakim, 1990: II 787).
  1. Dari Baitul ‘Izzah kepada Nabi Muhammad SAW
وَقُرْآنً فَرَقْنهُ لِتَقْرَأَهُ عَلىَ النَّاسِ عَلَى مُكْثٍ وَنَزَّلْنهُ تَنْزِيْلًا
“Dan Al-Qur‘an itu telah kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kami menbacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan kami menurunkannya bagian demi bagian” (Q.S Al-Isra’ ayat 106).
Ada beberapa hikmah dari turunnya Al-Qur‘an sekaligus ke Baitul I’zzah:
  • Menunjukkan kekuasaan Allah SWT, tidak ada satu pun makhluk yang mampu menerima Al-Qur‘an bahkan tidak mampu menggambarkan bentuk Firman Allah SWT.
  • Menunjukan keagungan al-Qur‘an, karena Allah SWT telah memberitahukannya kepada semua makhluk sebelum diterima oleh manusia. Atas dasar ini, al-Qur‘an bersifat dahulu atau awal, bukan hal yang baru.
  • Menunjukan keutamaan Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul penerima al-Qur‘an.
Hikmah turunnya Al-Qur ‘an secara bertahap atau berangsur-angsur.
Al-Qur ‘an diturunkan secara berangsur-angsur dalam masa 22 tahun 2 bulan 22 hari atau 23 tahun, 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Hikmah Al-Qur ‘an diturunkan secara berangsur-angsur adalah:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ASBABUN NUZUL

NUZUL AL-QUR’AN DAN JAM’U AL-QUR’AN PADA MASA NABI

JAM'UL QUR'AN PADA MASA KHULAFAUR RASYIDIN